Bonek Serbu Pemkot
Keputusan Walikota Surabaya Tri Rismaharini "mengusir" Persebaya LPI dari Wisma Eri Irianto memantik reaksi bonek. Suporter fanatik Persebaya ini "ngluruk" Balai Kota, mendesak Pemkot Surabaya membatalkan rencana tersebut, Senin (20/12).
Puluhan suporter ini berasal dari 20 elemen yang ada. Di antaranya dari Bonek Garis Hijau, Brotherhood, SPT, GF 27, Bonek Individuality 031, KBCD, Arsam, Greenline, BFP dan beberapa elemen lainnya.
"Tujuan kita datang ke Balai Kota ini hanya satu yakni menolak rencana Pemkot Surabaya yang hendak mengusir tim Persebaya yang saat ini menempati mess Eri Irianto," ujar Andi Peci, perwakilan Bonek dari Bonek GF27 Surabaya.
Rencana Pemkot ini, lanjut Andi, sangat tak berdasar. "Pasalnya banyak aset Pemkot yang dipakai pihak lain tapi dibiarkan saja. Tetapi kenapa kok tiba-tiba Mess Eri Irianto yang diambilalih," tegasnya.
Pemkot Surabaya melalui surat nomor 593/6611/436.6.17/2010 berniat mengambil alih Mess Eri Irianto di Jalan Karanggayam per 31 Desember 2010. Untuk itulah Pemkot meminta tim Persebaya LPI yang saat ini menempati Mess tersebut segera pindah.
Komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar, mengaku heran dengan sikap Pemkot tersebut. Pasalnya, sejak awal, pihaknya sudah menegaskan tak akan menempati mess tersebut secara gratis.
"Kita sedari awal sudah tegaskan siap membayar sewa. Ini sudah kita sampaikan langsung pada Pak Bambang DH (Wawali Surabaya saat ini)," keluhnya.Kendati begitu, Saleh coba berpikir positif. Bisa jadi, surat walikota ini terbit karena minimnya informasi yang ada.
"Kita juga sedang lakukan kajian mendalam, apa benar mess ini memang aset Pemkot?" jelasnya. (gk-31)
0 komentar:
Posting Komentar